Bantuin-online
Home | About Us | News | Our Solution | Contact
Menu
  • Home
  • About Us
  • News
  • Our Solution
  • Contact

Empowering Your Brand With Us ➜

Crafting Sustainable Narratives for a Better Tomorrow

We help organizations and brands craft authentic, meaningful, and impactful sustainability narratives for the public.

Contact us See more

Empowering Your Brand With Us

Sustainable Narratives, 

Growing Reputations.

meeting meeting2

Sustainarra is a portmanteau of Sustainable and Narrative — a reflection of our belief that sustainability is more than a business strategy; it’s a living story.


We bridge the gap between corporate objectives and societal expectations, crafting honest, relevant, and lasting narratives that create meaningful connections with stakeholders.

Mission & Values

  • Transparency – Clear and honest in every communication.
  • Participatory – Inclusive and collaborative in every story.
  • Adaptability – Agile to change and evolving contexts.
  • Consistency – Coherent and credible across all channels.
See More

⮜ Our News


Updates, Innovations,

 and Sustainability Insights

News Image

Sustainarra Mulai Langkah Baru, Dorong Aksi Keberlanjutan dari Komunitas hingga Korporasi

JAKARTA|| Radarpost.id

Kesadaran terhadap pentingnya tata kelola berkelanjutan terus tumbuh di berbagai sektor. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG), sejumlah kelompok muda mulai mengambil peran melalui gerakan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya dilakukan Sustainarra (Sustainable Narrative), organisasi yang berfokus pada penguatan narasi dan aksi keberlanjutan. Dalam pertemuan perdana yang berlangsung di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026), Sustainarra menegaskan arah geraknya sebagai penghubung antara isu keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Pertemuan tersebut sekaligus menetapkan Muhammad Iqbal S.E. sebagai Chief Executive Officer (CEO) Sustainarra. Penunjukan itu dilakukan melalui kesepakatan internal tim setelah mempertimbangkan pengalaman Iqbal dalam pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), administrasi bisnis, serta pengelolaan data dan keuangan.

Iqbal sebelumnya diketahui pernah bertugas di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan visi Sustainarra yang ingin mendorong praktik keberlanjutan tidak hanya di tingkat perusahaan besar, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat.

Dalam forum tersebut, Sustainarra menyepakati tiga agenda utama yang akan menjadi fokus program organisasi pada tahap awal. Pertama, penanaman pohon produktif yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kedua, edukasi pengolahan sampah berbasis komunitas yang akan melibatkan kelompok ibu-ibu PKK di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi sirkular.

Ketiga, penyelenggaraan webinar strategis mengenai ESG yang menyasar kalangan pelaku usaha dan pengambil kebijakan. Diskusi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman dunia usaha terhadap penerapan prinsip keberlanjutan yang kini semakin menjadi perhatian investor dan publik.

Selain membahas program kerja, pertemuan juga diisi diskusi mengenai perkembangan regulasi dan instrumen keberlanjutan di Indonesia. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai keuangan berkelanjutan, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), serta potensi pengembangan bursa karbon nasional.

Bagi sejumlah pelaku usaha, regulasi tersebut kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Transparansi laporan keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan dinilai semakin memengaruhi reputasi perusahaan di mata investor maupun konsumen.

Di sisi lain, keterlibatan komunitas dinilai tetap menjadi elemen penting dalam transisi menuju pembangunan berkelanjutan. Karena itu, gerakan berbasis masyarakat seperti yang dirancang Sustainarra dipandang dapat menjadi pelengkap upaya pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat budaya keberlanjutan di Indonesia.

Melalui kombinasi pendekatan edukasi, kolaborasi, dan aksi lingkungan, Sustainarra berharap dapat membangun ruang bersama bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam agenda keberlanjutan secara lebih konkret.

09 June 2026

Sustainarra Dorong Restorasi Ekosistem Melalui Penanaman 1.000 Pohon Kemiri dan Kayu Putih di Bima–NTB

Bima, 6 Desember 2025 — Sustainarra ikut terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh DPC HA IPB Bima Dompu, Aksi Relawan Mandiri (ARM) HA IPB, serta BKPH Maria Donggomasa resmi meluncurkan program “Demplot Restorasi Water Catchment Area Berbasis Ekologi & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” yang dilaksanakan di So Santangi Ntori, Kabupaten Bima. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya rehabilitasi lahan, penguatan daerah tangkapan air, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Pada kegiatan ini dilakukan penanaman 1.000 pohon, terdiri dari kemiri dan kayu putih, dua jenis tanaman yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi tinggi. Kemiri potensial sebagai sumber bahan baku pangan dan minyak industri, sementara kayu putih memberikan nilai tambah melalui produksi minyak atsiri sekaligus berperan kuat dalam konservasi tanah dan air.

Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi, dan relawan.

Muamar Kadafin selaku CEO Sustainarra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas lembaga dalam kegiatan ini: “Inisiatif penanaman 1.000 pohon hari ini bukan hanya simbol, tetapi komitmen nyata dari Sustainarra untuk menghadirkan solusi perbaikan lingkungan untuk keberlanjutan ekosistem. Kemiri dan kayu putih dipilih karena mampu memberi dampak ekologis dan ekonomi secara bersamaan. Kami percaya bahwa restorasi lanskap hanya akan berhasil jika masyarakat menjadi bagian utama dalam prosesnya. Kerja sama ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk melindungi dan memulihkan daerah tangkapan air di Bima dan sekitarnya.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program jangka panjang Sustainarra dalam mendorong model restorasi yang terukur, adaptif, dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Program restorasi ini diproyeksikan membawa sejumlah manfaat seperti Peningkatan tutupan vegetasi di area tangkapan air (water catchment), Pengurangan risiko erosi dan banjir, 
Meningkatkan cadangan karbon melalui penanaman spesies pohon bernilai konservasi, Pemberdayaan masyarakat melalui potensi ekonomi minyak kemiri dan minyak kayu putih, Penguatan kolaborasi multipihak dalam perlindungan ekosistem wilayah Bima.

Sustainarra menegaskan komitmennya untuk terus memperluas upaya restorasi dan memberdayakan masyarakat dengan pendekatan sains, teknologi, dan kolaborasi.

Sustainarra adalah organisasi yang bergerak di bidang keberlanjutan lingkungan, restorasi ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Sustainarra berfokus pada penciptaan solusi nyata dan terukur untuk keberlanjutan ekologis dan ekonomi jangka panjang.

08 December 2025

News Image
News Image

“Sedekah Oksigen: Penanaman 1000 Pohon”

Kegiatan Sedekah Oksigen: Penanaman 1000 Pohon merupakan komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas udara bagi masyarakat. Melalui penanaman pohon sengon (400 bibit), alpukat (100 bibit), dan kayu putih (500 bibit), program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang, mulai dari peningkatan ketersediaan oksigen, perbaikan kesuburan tanah, hingga penguatan tutupan vegetasi di kawasan yang membutuhkan rehabilitasi.

Pelaksanaan kegiatan di desa teruwai, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Teduhi Bumi, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Kementerian Kehutanan, SUSTAINARRA, kepolisian, DLH kabupaten Lombok Tengah serta melibatkan siswa dari 2 sekolah yaitu SMAN 2 PUJUT dan SMPN 1 RINJANI sebagai mitra yang turut berkontribusi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan kampanye keberlanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan semangat bersama untuk menghadirkan aksi nyata dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem hutan.

Penanaman berjalan dengan lancar dimulai dari jam 8.30 hingga 11.00 WITA, semua peserta sangat antusias menanam meskipun harus naik turun bukit dengan kelerengan 8-25 sehingga cukup menguras energi namun itu tidak menyurutkan semangat mereka ikut berkontribusi dalam kegiatan sedekah oksigen ini. Total peserta penanaman yaitu 80 orang dari semua elemen diatas. 

Semoga penanaman 1000 pohon ini menjadi langkah yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, hijau, dan produktif, serta menjadi investasi ekologis bagi generasi yang akan datang. Melalui program ini, kita berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian bumi.

30 November 2025

Our Solutions


EV Batteries

Strategic Narrative Planning

Helping companies craft a sustainability story that is coherent, authentic, and aligned with the company's values and long-term goals. Among them:

  • Company Identity & Value Audit
  • Stakeholder Mapping and Expectation Analysis
  • Storyline Architecture
  • Alignment Process
  • Technical Output

Vehicle Recycling

Channel Management

Determine the most effective media and information channels to reach the target audience— whether it be social media, poverty reports, press releases, or digital campaigns.

  • Channel Audit: Assess the effectiveness of existing communication channels (website, social media, sustainability reports, press releases, webinars, digital campaigns).
  • Channel–Audience Mapping: Linking audience types to specific communication channels. For example, investors are more effectively reached through sustainability reports and analyst briefings, while consumers are more engaged through social media and digital campaigns.
  • Content Strategy per Channel: Determine the format (articles, infographics, videos, interactive storytelling), frequency, and communication style that best suits the platform's characteristics.
  • Omnichannel Integration: Build message continuity across channels so that the public receives the same narrative even through different mediums.
  • Monitoring & Analytics: Use analytical tools (Google Analytics, media monitoring tools, sentiment analysis) to measure the effectiveness of communication campaigns on each channel.
EV Batteries

Reputation Management

With a strong narrative, Sustainara helps companies build a positive social image, which in turn strengthens the brand's position in the public eye.

  • Reputation Audit: Analyze public perception of the company using social listening tools, brand image surveys, and media analysis.
  • Risk & Issue Management: Identify potential negative issues (e.g., accusations of greenwashing, social conflict, or environmental impact) and prepare a crisis communication protocol.
  • Message House Development: Develop a key message structure that can be easily adapted to various communication situations, both proactive (sustainability campaigns) and reactive (image crises).
  • Engagement Strategy: Establish communication with stakeholders through public forums, collaboration with NGOs, or involvement in sustainable industry initiatives.
  • Measurement: Evaluate image improvement through reputation indexes, media sentiment scores, and external recognition (certifications, awards).

Vehicle Recycling

Transforming CSR into Economic and Social Value

CSR is no longer just a "social expenditure", but can be transformed into a social investment that provides added value to the company, both financially (long-term profitability) and socially (social legitimacy).

  • CSR Portfolio Assessment: Evaluate existing CSR programs for relevance, effectiveness, and long-term impact.
  • Integration with Core Business: Link CSR programs to the company's value chain, so that social activities support business sustainability.
  • Impact Measurement Framework: Use frameworks such as Social Return on Investment (SROI) or Impact Measurement & Management (IMM) to quantify economic and social impacts.
  • Value Creation Model: Design CSR programs that generate shared value for both the community and the company.
  • Scaling Strategy: Develop successful CSR programs into scalable initiatives that can be replicated in other regions.

Contact

  • Sustainarra@gmail.com
  • +62 852-8228-2070‬
  • Jl. Cempaka Putih Tengah no.29 Jakpus

© 2025 Sustainarra. All rights reserved. Crafted with purpose for a sustainable future.